BANDA ACEH - Tim nasional U-19 saat ini jadi pujaan baru umum sepakbola Indonesia yang saat ini haus prestasi. Mereka dijagokan bakal jadi tim hari esok kebanggan bangsa ini, yang bakal dapat berkompetisi di level dunia.
Persatuan Sepakbola Semua Indonesia (PSSI) menyebutkan, timnas U-19 yaitu cuma langkah awal menuju kejayaan sepakbola Indonesia pada saat yang akan datang.
" Timnas U-19 yaitu langkah awal menuju sepakbola Indonesia yang tambah baik di saat yang akan datang, " kata Ketua PSSI Djohar Arifin di Banda Aceh, Sabtu (15/2/2014).
Menurut dia PSSI saat ini serius membina pemain muda untuk mempersiapkan tim mumpuni di hari esok. Salah satunya yaitu menambah kekuatan pelatih muda serta membina pemain-pemain umur awal.
Selama ini, kata Djohar, pola ini telah mulai tampak akhirnya di mana pelatih muda seperti Indra Sjafril telah tunjukkan kemampuannya ke umum. " Dia kita beri keyakinan untuk mencari pemain-pemain sampai ke kampung-kampung serta saat ini kita dapat tengok apa yang telah dikerjakannya, " sebutnya.
Djohar menyampaikan pemain-pemain timnas U-19 saat ini didominasi pemain kampung serta datang dari keluarga simpel dapat. Namun mereka mempunyai talenta. Ia meyakinia ada banyak talenta muda di semua pelosok nusantara yang belum terpantau bakatnya.
Untuk mencari pemain muda memiliki bakat, Djohar menyampaikan, pihaknya telah bikin prosedur spesial sebagai rujukan pelatih saat ini. Prosedur ini mulai dipraktikkan dalam seleksi timnas U-19 salah satunya mengukur stamina pemain, kecepatan lari serta hemoglobin (HB) diatas 15.
Dia menjelaskan dalam pencarian pemain U-19 lalu, pihaknya mengambil keputusan tiap-tiap pemain mempunyai stamina yang diukur dari detak jantung serta paru-paru mesti diatas 50 VO2MAX. Jadi tidak heran bila dari banyak pemain yang di panggil, cuma beberapa yang lulus lantaran stamina mereka dibawah standard.
" Saat ini rata-rata pemain timnas U-19 itu mempunyai kekuatan paru-paru 54 VO2MAX. Serta saat ini kekuatan mereka telah meningkat. Evan Dimas tertinggi telah meraih 63 (VO2MAX), diperingkat dua ada Zulfiandi, Hargianto serta ada pemain lagi yakni 62, " tuturnya.
Djohar memberikan kekuatan stamina mereka ditarget bakal meningkat sampai 67 XO2MAX supaya sama sesuai standard pemain-pemain tim Eropa. " Bila telah 67 mereka bakal mampu bermain 2 x 90 menit, " tukasnya.
Sesaat kecepatan lari yang diaplikasikan pada seleksi pemain timnas U-19 yaitu meraih 20 mtr. dalam tiga detik. Pemain yang kekuatan larinya diatas tiga detik dipulangkan. " Jadi yang kita bisa saat ini pemain-pemain timnas U-19 itu mempunyai kekuatan lari sprinter, terhitung penjaga gawang, " tutur Djohar.
Saat standard yang diaplikasikan telah terpenuhi, lanjut dia, saat ini pemain cuma butuh digenjot skill serta kemampuannya bermain untuk level tinggi.
Sesaat itu Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam sambutannya pada acara pelantikan Pengurus Asosiasi PSSI Aceh di GOR Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, siang tadi, menyampaikan komitmennya menghidupkan kembali kompetisi-kompetisi sepakbola berkualitas di Aceh. " Untuk mencari talenta-talenta muda, " katanya.
Langkahnya yaitu diawali dengan menggelindingkan pertandingan Piala Camat di tingkat kecamatan, Bupati/Wali Kota Cup di tingkat kabupaten/kota serta Piala Gubernur Aceh di tingkat propinsi.
Pada Camat Cup, tim-tim yang turut datang dari desa-desa terbagi dalam dari pemain-pemain muda dari kampung-kampung. Lalu pemain-pemain paling baik nanti bakal diambil serta dibentuk satu tim mewakili kecamatan masing-masing, berlaga di arena Piala Bupati/Wali Kota.
Setelah itu pemain paling baik yang dipilih dari pertandingan itu bakal mewakili kabupaten/kota untuk berlaga di Piala Gubernur Aceh. Tim paling baik dari piala ini bakal dibina untuk selanjutnya mewakili Aceh di beberapa arena sepakbola nasional ataupun international.
Zaini menyampaikan dianya tidak bakal lagi kirim tim muda Aceh untuk belajar sepakbola ke luar negeri, seperti yang dikerjakan gubernur pada mulanya, lantaran dinilai tidak efesian serta efisien.
Dia bakal merubah pola pembinaan lewat cara menghadirkan pelatih dari luar negeri untuk melatih kekuatan pelatih lokal di tingkat kabupaten serta kecamatan, supaya mereka dapat melanjutkan ilmunya ke pemain muda.
Djohar Arifin menilai langkah ini pantas didukung. Karenanya ada pelatih asing yang bakal dihadirkan untuk melatih pelatih lokal, kata dia, pelatih lokal bakal mempunyai kekuatan mencari bakat pemain-pemain muda di tingkat kampung yang setelah itu dapat jadi rujukan PSSI dalam mencari pemain tim nasional.
