Minggu, 16 Februari 2014

Ada Musikal Detik di Konser 40 Th. Erros Djarot

Ada Musikal Detik di Konser 40 Th. Erros Djarot

Jakarta -Konser 40 Th. Erros Djarot seakan mau merekam babak-babak kehidupan seniman, budayawan, politikus, serta wartawan ini. Semua babak kehidupan Erros, dimulai dari awal kariernya untuk musisi, sutradara serta redaktur Tabloid Detikyang dibredel pada 1993 dirangkum dalam konser ini.

Segmen Musikal Detik umpamanya, menghadirkan lagu-lagu Erros yg tidak sempat dipublikasikan dalam album bertopik sama, selesai Tabloid Detik dibredel. " Erros selalu menyuarakan kegelisahannya saat itu lewat lagu ciptaannya, " kata Andi Noya lewat tayangan video di panggung konser, Plenary Hall Jakarta Convention Center, Jumat, 14 Februari 2014.

Kikan Namara serta Dendy Adams tampak untuk tokoh utama musikal pendek itu. Berbarengan aktor-aktor serta penari Musikal Laskar Pelangi, keduanya tampak nge-rock membawakan lagu Saya Wartawan Muda Indonesia, Berputar, Pemilu Ble Ble, serta Janganlah Menangis Indonesia.

Musikal Detik menceritakan masalah perlawanan anak muda pada rezim politik yang berkuasa. Politikus itu dimaksud cuma mengobral janji kosong. Perlawanan itu selesai saat Dendy--sebagai lambang perlawanan, mesti dipenjara selesai bentrok dengan aparat.

Naskah narasi yang disusun oleh Mira Lesmana itu seolah menyitir kondisi di saat Orde Baru. Sedang tata musik, kembali di isi oleh Erwin Gutawa yang pada mulanya berhasil melalui Musikal Laskar Pelangi.