Australia Sodorkan Bukti Cost Perjalanan MUI
Jakarta : Mohammed El-Mouelhy, Presiden Halal Ceritification Authority Australia, menolak pernyataan Ketua Majelis Ulama Indonesia Amidhan Shaberah masalah cost perjalanan ke Australia pada 2-8 April 2006. Dalam wawancaranya dengan majalah Tempo edisi 24 Februari - 2 Maret 2014, Amidhan menyampaikan cost peninjauan lembaga-lembaga halal itu atas cost Kementerian Agama.
Menurut Amidhan ia berbarengan enam orang yang lain bertandang ke Australia untuk mensurvei enam instansi halal yang meminta izin dapat keluarkan sertifikat halal untuk produsen makanan serta minuman di negeri Kanguru itu. " Lantaran di ajak Kementerian Agama, biayanya dijamin APBN, " kata Amidhan. Ia menegaskan kembali pernyataan itu dalam jumpa pers di kantornya, pada Rabu, 26 Februari 2013.
Mouelhy yang membaca wawancara itu selekasnya kirim surat elektronik pada redaksi Tempo yang diisi bukti ticket untuk tamu-tamunya itu. Keseluruhan ia keluarkan duit Aus$ 28. 000 atau seputar Rp 300 juta--bukan Aus$ 26. 000 seperti ditulis majalah Tempo " Astaga Label Halal " terbit minggu ini--untuk sangu, ticket, hotel, serta akomodasi sepanjang berkeliling Australia itu. (baca : Ada Pejabat MUI di Balik Patgulipat Label Halal)
Menurut Mouelhy, meski ada tujuh orang dalam rombongan, cuma lima yang melanjutkan perjalanan keempat negara sisi hingga selesai sepekan. Dua pejabat, Ketua Komisi Fatwa Ma'ruf Amin serta Sekretaris Jenderal Ichwan Sam, kembali ke Indonesia saat mendarat di Melbourne dari Sydney.
Duit hasil patungan enam instansi halal itu dibungkus amplop serta diserahkan pada utusan MUI itu waktu pesawat bakal bertolak kembali ke Indonesia di Bandara Melbourne. Dalam pernyataan tersumpah di depan notaris, Mouelhy menyampaikan jumlah sangu untuk Amidhan paling besar di banding untuk yang lain. (baca : Sertifikat Halal MUI Itu Harusnya Gratis, namun...)
Izin halal dari MUI tidak turun untuk tiga instansi itu, terhitung instansi Mouelhy. Permintaan Mouelhy tidak diterima dengan argumen kantor perusahaan Mouelhy dirumah serta mempekerjakan anak serta istrinya. " Pernyataan itu jauh sekali dari sebenarnya, " kata Mouelhy. " Dari 1979 kantor saya ada di pusat usaha Sydney. " (Baca : Calo Halal Asal Indonesia Beroperasi di Australia)
Dengan pernyataan Amidhan itu, Mouelhy meminta auditor pemerintah mengusutnya lantaran kemungkinan Amidhan serta beberapa petinggi itu memperoleh duit sangu ganda. (Baca juga : Ada Pejabat MUI di Balik Patgulipat Label Halal)
Dalam ketentuanya, MUI mengambil keputusan honor untuk petinggi yang di kirim untuk mensurvei atau mengaudit instansi halal diluar negeri. Besarnya US$ 115 per orang /hari.
