Rabu, 12 Februari 2014

Bus Bikinan Indonesia Lebih Berkwalitas dari pada China


Bus Bikinan Indonesia Lebih Berkwalitas dari pada China
Armada bus TransJakarta yang diimpor dari China oleh Pemda DKI Jakarta alami banyak rusaknya. Walau sebenarnya product bus buatan lokal dipercaya lebih berkwalitas dari pada product impor.

Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Tehnologi Tinggi Kemenperin Budi Darmadi menuturkan bahwasanya bus produksi dalam negeri tambah lebih unggul.

" Indonesia semakin bagus mutunya, kita kan penuhi standard internasional, " ucap Budi Darmadi selesai acara peluncuran Pabrik Baru Sharp di Karawang, Jawa Barat (12/02/2014)

Diluar itu, Budi juga memberikan bahwasanya dari sisi harga bus produksi dalam negeri dapat juga kompetitif dibanding dengan product impor " Bila keduanya sama bayar pajak kompetitif kita harga nya, " sambung Budi.

Ia menuturkan bus Trans Jakarta waktu ini terdapat banyak yang disebut product dari dalam negeri yakni bus Inobus produksi PT INKA. " TransJakarta ada yang buatan sini yang Inobus yang gandeng itu buatan INKA, " tambah Budi.

Budi menuturkan bahwasanya dari th. 2000, Kementerian Perindustrian telah meningkatkan product dalam negeri yakni dengan mendorong penghilangan Pajak Penjualan Barang Elegan (PPn BM) jadi 0%

" Dari th. 2000 kita telah meningkatkan angkutan umum. Dari th. 2000 PPn BM nya kita 0 kan. Maka dari itu industri angkutan umum telah 13 th. itu dapat men-supply nyaris 95% keseluruhan keperluan dalam negeri, lalu sebagian kita ekspor jadi mutunya internasional, " tutur Budi.

Setelah itu Budi menilai bila ada Pemda yang berkeinginan product busa dalam negeri, sebenernya dapat memenuhinya. Seandainya pemesanannya tidak mendadak namun perlu sistem persiapan.

" Jadi bila kita ada planning kita mampu serta dapat keperluan pemda-pemda men-supply angkutan biasanya, apakah itu butuhnya bis besar, tengah atau yang lebih kecil, " tutur Budi.

Di kesempatan yang sama Menteri Perindustian (Menperin) MS Hidayat juga berikan saran supaya memakai produksi bus serta product dalam negeri.

" Aku menyarankan tolong diperhitungkan memakai produksi bus dalam negeri. Lantaran dari 10 th. lalu. Produksi dalam negeri untuk bus, truk, pick up, di produksi dalam negeri 90%. Barangkali mutunya sedikit menyusut namun tak separah itu lah. Bila tak dapat semuanya diserap semuanya, separuhnya saja tolong diperhitungkan. Bila juga tidak apa-apa, " kata MS Hidayat.