Jawaban Risma Masalah Gosip Korupsi Mobil Dinas
Jakarta ---Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menepis sangkaan korupsi mobil dinas di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Dia menuturkan bahwasanya pihaknya cuma memberlakukan system pinjam gunakan pada mobil operasional yang digunakan oleh polisi. " Mobilnya terus mempunyai kita, tidak ada itu " kata dia pada wartawan di Graha Sawunggaling, Selasa, 18 Februari 2014.
Menurut Dewan Perwakilan Lokasi (DPW) Paguyuban Arek Jawa Timur (Pagar Jati), Pemkot Surabaya Sisi Perlengkapan pada saat itu sudah mengubah serta menambah biaya type aktivitas tiada kesepakatan anggota Dewan kota Surabaya. Hal semacam ini Unit Spesial Piranti Daerah (SKPD) sisi perlengkapan mengubah dengan menaikkan unit mobil.
Diluar itu, biaya type aktivitas seperti pada pos pengadaan mobill dinas MUSPIDA yang tercantum yaitu Pengadaan Jeep 2000 CC Manual ransmission sejumlah 4 Unit dengan harga keseluruhan Rp 1. 359. 380. 000 sudah di mark up. Namun lalu dirubah sendiri dalam Dokumen Proses Biaya (DPA) pada tanggal 11 Maret 2011 jadi 5 jeep 2000 CC Manual.
SKPD sisi perlengkapan Pemkot Surabaya juga mengubah dengan kurangi unit aktivitas type aktivitas seperti waktu mengajukan APBD 2011 tercantum Pengadaan 3 Unit Truk 3900 CC, 6 Ban dengan harga keseluruhan Rp 759. 165. 000 namun pada realisasinya cuma 1 unit truk 3900 CC, 6 Ban dengan harga Rp. 253. 055. 000. Diluar itu juga pada waktu pengadaan Sky Walker tercantum 2 Unit 4000 CC dengan harga keseluruhan Rp 921. 661. 180 walau demikian realisasinya cuma 1 unit 4000 CC dengan harga keseluruhan Rp 460. 830. 590.
Pihak Pemkot Sisi Perlengkapan juga lakukan pergantian dengan menyingkirkan type aktivitas. Hal semacam ini seperti pada waktu penghilangan pengadaan 1 unit truk tangki 8000 liter, 6 roda dengan harga Rp
1. 177. 678. 040 serta pengadaan unit mobil tangki air 5000 liter dengan harga keseluruhan Rp 1. 121. 426. 460
DPW Pagar Jati juga menduga bahwasanya SKPD Sisi perlengkapan Pemkot juga mengubah dengan menganggarkan sendiri type aktivitas. Sesaat itu, Risma kembali menegaskan bahwasanya tak ada sangkaan mark-up mobil dinas seperti yang di beritakan. Tetapi, dia bakal meninjau kembali sangkaan korupsi itu karena sesungguhnya dia belum demikian memahami dengan masalah yang berlangsung. " Kelak cobalah saya teliti ya, " katanya.
