Lima Sutradara Amatir Menggila Berbarengan dalam 'GILA serta JIWA'
Satu lagi, perfilman Indonesia diwarnai oleh narasi fresh beberapa sineas memiliki bakat. Tetapi yang tidak sama saat ini, ada lima sutradara amatir yang cobalah mengerjakan suatu film.
Eits, janganlah memikirkan ini film omnibus seperti yang sudah-sudah, lantaran Ria Irawan, Julia Perez, Aming, Adi Paloh serta Afgan menggila berbarengan menjahit satu benang merah narasi berjudul 'GILA & JIWA'. Tidak sama dari film omnibus, yang membuat narasi tidak sama.
Seluruhnya berawal saat aktris senior Ria Irawan mau mengapresiasi 40 th. karirnya didunia akting dengan membulatkan tekad jadi sutradara. Serta, suatu lagu dari group musik Sore, yang makin memperkokoh niatan bintang 'Berbagi Suami' itu. Loh?
" Awalannya, saya di inspirasi buat buat skenario film dari lagu 'Sssst.. ' Punya Sore Band. Mengapa Sore? Lantaran buat saya hanya satu group band di Indonesia yang pas untuk visual film yaitu Sore, " buka Ria Irawan waktu jumpa pers di Hard Rock Cafe Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2014).
Diluar itu, lahir dengan darah seni peran jadi argumen dibalik yakin dianya. " Saya belajar dari skenario-terbaik paling baik dirumah saya. Lantaran ibu saya sendiri penulis empat skenario paling baik, dirumah juga banyak skenario-skenario film yang saya bintangi, " sambungnya lagi.
'GILA & JIWA' bercerita perihal jalinan manusia yang banyak dikira 'gila' oleh orang-orang dengan seseorang anak orang kaya yang mempunyai obsesi besar untuk pembuat film. Terasa kesepian, anak orang kaya itu juga menyerap ocehan si 'orang gila' itu jadi narasi yang inspiratif.
Sampai pada akhirnya terpilihlah empat nama sutradara lain yang ikut menolong Ria Irawan. Tak dalam satu genre yang sama, Afgan didaulat memegang genre musikal, Aming dipercayai di komedi, Julia Perez, tindakan serta pertandingan, dan vokalis dari Sore, Ade Paloh yang menutupnya dengan nuansa horor.
