PARIS - Prancis merencanakan kirim 400 tentara untuk menolong memerangi krisis di Republik Afrika Tengah. Gagasan itu ikuti keinginan Sekjen PBB Ban Ki-moon memohon untuk mengakhiri krisis itu lebih cepat.
Pertolongan internasional yang kuat untuk menghentikan kekerasan di Afrika Tengah yang dapat beralih jadi suatu genosida. Sekian ditulis Reuters, Sabtu (15/2/2014).
Presiden Prancis Francois Hollande menekan negara-negara lain turut tunjukkan " penambahan solidaritas " serta menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk menyetujui pembentukan pasukan penjaga perdamaian PBB di sisa koloni Prancis itu.
Sejumlah 838 ribu orang sudah mengungsi dari grup pemberontak Seleka -yang beberapa besar Muslim- merebut kekuasaan pada Maret th. lalu di negara bermayoritas Kristen. Sekurang-kurangnya 2. 000 orang sudah tewas dari Desember 2013 yang digambarkan untuk gelombang " pembersihan etnis agama. "
" Awan gelap atas kekejaman massa serta sektarian pembersihan etnis Republik Afrika Tengah mesti dihentikan, " kata Ban, waktu pertemuan Dewan Keamanan PBB.
Pasukan Prancis penambahan sejumlah 2. 000 orang bakal meluncur ke Republik Afrika Tengah. Prancis sudah kirim 1. 600 tentara pada Desember untuk menolong pasukan Uni Afrika, yaitu 6. 000 penjaga perdamaian sesaat Uni Eropa sudah sepakat untuk kirim sekira 500 tentara.
" Ini utama bahwasanya kemampuan Eropa bisa dengan cepat dikerahkan serta bahwasanya negara-negara anggota Uni Eropa bisa memobilisasi untuk berikan peran pada hal semacam ini, " kata Duta Besar PBB dari Prancis.
