Sabtu, 15 Februari 2014

Ruhut : Rizal Ramli Pernah Merengek-rengek Minta Jadi Menteri

Ruhut : Rizal Ramli Pernah Merengek-rengek Minta Jadi Menteri

MEDAN– Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul, meminta orang-orang tak mudah terprovokasi dengan pernyataan beberapa tokoh nasional, yang menyebutan bahwasanya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk penganut memahami ekonomi neoliberal. Satu diantaranya Bekas Menteri Koordinator Perekonomian di masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli.

Gosip neoliberal yang di sampaikan Rizal dikira untuk wujud kemarahannya, lantaran tak di terima untuk menteri di Kabinet Indonesia Menyatu pimpinan Presiden SBY.

“Yang ngomong neolib kita ketahui sama tahu lah. Satu diantaranya Rizal Ramli, serta terdapat banyak yang lain. Aku orang dekat pak SBY jadi aku tahu benar. Dia (Rizal Ramli) yang merengek-rengek ingin jadi menteri, namun tidak jadikan sama pak SBY, ” ungkap Ruhut di Medan, Sabtu (15/2/2014) petang.

Ruhut jadi menuding, Rizal Ramli lah yang berpedoman memahami ekonomi neoliberal. Lantaran waktu kepemimpinannya lah, beberapa tubuh usaha punya negara di jual pada asing. “Apa tidak salah menyebutkan Pak SBY untuk neolib. Cobalah ingat lagi lah dijaman siapa gagasan penjualan BUMN strategis pada asing itu mencuat, ” tukasnya.

Ruhut juga menyampaikan, kehadiran program-program pro rakyat yang ditampilkan waktu kepemimpinan SBY, harusnya jadi cermin sekalian jadi bukti, bahwasanya SBY tidaklah penganut memahami ekonomi neoliberal.

“Kita mempunyai subsidi, pertolongan pendanaan serta pemasaran untuk UKM, pembatasan ekspor untuk product asing serta ada banyak program-program yang lain yang nampak kepemimpinan SBY, ” terangnya.