" Sekelas Anak Presiden Bila Ingin Bermain, USD 200 Ribu Itu Kecil "
MEDAN – Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul berkeyakinan bahwasanya putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas), tak terima duit hasil korupsi sejumlah USD 200 ribu, seperti yang dituduhkan Yulianis. Menurut dia duit sejumlah USD 200 ribu benar-benar kecil dimata Ibas.
" Terlampau banyak masalah korupsi yang dipaksakan di negeri ini. Jadi janganlah gegabahlah. Bila kata anak Medan, bila telah terjerumus ke jurang, janganlah seluruhnya ditarik-tarik. Lagipula untuk sekelas anak presiden bila ingin bermain, USD 200 ribu itu kecil kali bos. Tengok harta anak-anak Suharto, triliunan bah, " kata Ruhut Sabtu (15/2/2014).
Diseretnya nama Ibas dalam beberapa masalah korupsi yang menyeret bekas ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, dinilai untuk wujud frustasi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disuruh cermat, serta tak memaksakan masalah itu manfaat melindungi kredibilitasnya.
“Ibas dia clear. Saya jamin. Potong leherku bila dia terlibat. Kami tak takut. Leher juga telah berani kutaruhkan, ” tegasnya.
Pada mulanya, nama Ibas dimaksud sekian kali oleh saksi kunci Yulianis terima duit yang datang dari proyek punya masalah ini. Yulianis yang disebut Bekas Wakil Direktur Keuangan Gurp Permai ini menyampaikan USD 200. 000 diberikan pada Ibas oleh Bos Group Permai yang disebut bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, berkenaan Kongres Partai Demokrat 2010.
Menurut catatannya, duit USD 200. 000 itu terdaftar diberikan pada Ibas dalam wujud tunai. Tetapi, Yulianis mengakui tak lihat segera duit itu diserahkan oleh Nazaruddin.
