Selasa, 18 Februari 2014

Warga Maluku Juga Mau Wali Kota Risma Bertahan

Warga Maluku Juga Mau Wali Kota Risma Bertahan

Surabaya -- Beragam wujud support selalu mengalir untuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini supaya dia terus bertahan memimpin Kota Surabaya. Saat ini, giliran orang-orang Maluku yang tergabung dalam Komite Perekat Persaudaraan Maluku (KPPM) menjumpai Risma segera di area kerjanya.

" Wali Kota telah lakukan kemampuan yang riil untuk kota ini. Surabaya tak banjir, kotanya bersih serta nyaman. Itu benar-benar bermakna untuk kami warga Maluku yang tinggal disini, " kata Frans Huwae, Ketua KPPM Surabaya di Balai Kota, Selasa, 18 Februari 2014.

Dia menyampaikan KPPM, yang beranggotakan 3. 000 orang di Surabaya serta 5. 000 orang di Jawa Timur tak lagi membiarkan Risma mundur dari jabatannya. Bila juga ada desakan yang dihadapi sang Wali Kota, KPPM siap menolong serta menghadapinya berbarengan organisasi kemasyarakatan yang lain. Prinsip KPPM juga dituangkan dalam wujud pernyataan sikap tercatat yang diserahkan segera pada Wali Kota

" Ibu Risma telah didaulat jadi sesepuh warga Maluku di Surabaya dalam peringatan Hari Pattimura pada 2013. Jadi telah jadi keharusan kami untuk membela beliau, " tutur Frans.

Saat di tanya selanjutnya masalah gagasan pengunduran dianya, wali kota wanita pertama itu malas berkomentar. Untuk hindari masalah, dia menentukan bungkam sambil menanti momentum yang pas. " Maaf, saat ini saya belum dapat ngomong, " tutur Risma.

Walau sekian, Risma tak menolak bahwasanya desakan yang dihadapinya berimbas pada keluarga serta beberapa orang di sekelilingnya. Diakuinya coba salat istikarah untuk memohon panduan dari Tuhan. Dia juga mengatakan terima kasih pada seluruhnya pihak yang sudah berikan support. " Saya ini umum jadi PNS, barangkali tidak pas kerja di jabatan politik seperti wali kota ini, " katanya.